seribu kecup untukmu, untuk apa
jika nanti kamu pergi, kamu pergi
hatiku rapuh, hancur dalam sedetik
jika nanti kamu pergi, kamu pergi
dalam tangisan nafasku berkata
janganlah kamu pergi, kamu pergi
simpul janjimu lantas terikat
“tak akanlah aku pergi, takkan pergi”
bahagia, tangisku terhenti
seribu kecup
aku takut kamu pergi, kamu pergi
Bandung, 7 Mei 2011
Advertisement
